BURSA BUKU ONLINE
sms 0858 1441 1299 0812 2971 5227 5F1D588A

( pcs)
GambarBarangjmlBeratTotal
keranjang belanja anda kosong
00,00Rp 0

RESENSI NOVEL “ANAK SEMUA BANGSA” PRAMOEDYA ANANTA TOER

Rabu, November 19th 2014.

RESENSI NOVEL “ANAK SEMUA BANGSA” PRAMOEDYA ANANTA TOER

 

Dari lentera dipantara

“dengan rendah hati aku mengakui : aku adalah bayi semua bangsa dari segala jaman, yang telah lewat dan yang sekarang. Tempat dan waktu kelahiran, orang tua memang hanya satu kebetulan, sama sekali bukan sesuatu yang keramat”

__ Pramodya Ananta Toer__

Sinopsis :

Annelis mellema, istri minke telah berlayar ke netherland. Di wonokromo para sekaut datang mendatangi rumah mama (nyai ontorsoh) untuk memberikan berita bahwa mama dan minke sudah bebas keluar masuk rumah, tanpa ada bukti bukti bahwa mereka melakukan kesalahan. Suasan di rumah masih belum menyenangkna dikarenakna mama masih kesal atas tindakan belanda. Tak lama kemudian minke beranjak pergi ke kamarnya dan saat membuka lemari annelis , minke menemukan cincin yang berasal dari Robert Suurhof dan menemukan beberapa surta cinta yang dikirim oleh Robert, kekesalan minke memuncak dan bergegas keluar rumah untuk bertemu dengan Robert suurhof dan mengembalikan cincin yang diberikan kepada istrinya, saat di perjalanan bersama juki minke bertemu dengan victor roomers kawannya sewaktu bersekolah di HBS, dan victoor pun merasakan kekesalan yang dialami minke namun minke tak kunjung bicara tentang cincin yang diberikan oleh robbert suurhof kepada istrinya, lalu mereka pun singgah di kedai minuman sekedar untuk membicarakan Robbert suurhof yang ternyata sudah kabur dan tidak ada seorangpun yang tahu keberadaannya dan diketahui bahwa diapun telah melakukan kejahatan yaitu mencuri cincin dari toko ezekiel. Semakin geramnya bahwa cincicn yang diberikan kepada istrinya adalah hasil curian. Namun minke tetap ingin mengunjungi keluarga suurhof untuk mengembalikan cincinya  padahal victoor telah mengingatkan bahwa keluarga (ibu ayah) suurhof pun sekarang melarat dan tak tahu menau keberadaan serta masalah Robbert suurhof. Namun minke bergegas meninggalkan kedai dan sampai di depan pelataran di keluarga suurhof, seketika minke terenyuh karena keadaan keluarga suurhof yang sangat melarat,dan mulai membicarakan robert namun tetap keluarga suurhof tidak mengetahuinya, niat minke untuk mengembalikan cincin kepada keluarga suurhof pun diurungkannya, sekarang cincin hasil curian robbert berada di tangan polisi.

Panji darman ( robert jan daperste ) pesuruh nyai ontorsoh pun mengikuti jejak annelis untuk dipantau kedaanya yang akan dikirim ke netherland, panji terus mengirimi surat kepada mama dan minke selama perjalanan. Dia menulis bahwa selama perjalanan menuju kapal di pelabuhan banyak yang bersimpati pada keluarga mallema. Prajurit pengawal rombongan annelis menjadi sasaran makian, hinaan, hingga melempar batu kepada pengawal. Saat kapal berlayar panji belum bisa melihat keadaan annelis karena di aditempatkan di kabin khusus dan penjagaan ketat, serta tidak pernah keluar. Baru setelah sampai pelabuhan singapura dia bisa melihat annelis, annelis terlihat sperti mayat hidup  begitu rapuh dan seolah tidak ada kehidupan di dalamnya. Panji berusaha memberitahu Annelies bahwa dia tidak sendiri. Namun usaha itu ternyata diketahui perawat. Pegawai kapal mengizinkan Panji menemani Annelies. Annelies tetap seperti mayat hidup. Sedikit demi sedikit Panji mulai menggantikan tugas perawat mengurus Annelies. Akhirnya, Panji Darman sepenuhnya menjadi perawat Annelies. Sampai di Netherland, Panji tetap menemani Annelies dan merawatnya, padahal annelis telah mendapatkan perwalian. Annelies sendiri sudah tidak menyadari sesuatu, hanya Tuhan yang tahu keadaannya. Telegram terakhir Panji Darman, mengucapkan ikut berdukacita atas meninggalnya Mevrouw Annelies ketika dia sampai di netherland.

Kehidupan terus berjalan tanpa annelies, kejadian ini meninggalkan duka pada mama dan minke, lalu seketika hindia di gemparkan dengan berita bahwa kedudukan jepang sama dengan kedudukan eropa, protes dimana-mana merasa terhina bahwa eropa disamakan dengan salah satu bangsa asia (jepang) meskipun pada saat itu jepang sudah maju ilmu dan pengetahuan serta memiliki kapal perang yang kuat. Hal ini memicu beberapa kelompok orang di beberapa bangsa asia lain untuk berusaha bangkit. Kebangkitan itu dimulai dengan mengenal bangsa sendiri, berbuat sesuatu untuk bangsa, salah satunya seperti yang disarankan jean marrais terhadap minke, dikarenakna minke selama ini selalu membuat karya atas bangsa eropa dan sungguh menagungkan eropa, jean menyarankan untuk belajar bahasa melayu karena itu bahasa yang dapat dimengerti oleh seluruh bangsa di hindia. Jean menilai minke pandai menulis belanda tapi tidak mau menulis melayu dan sempat terjadi percekcokan diantara mereka dan mampu dilerai oleh anaknya jean yaitu may agar tidak marah kepada papa nya (jean marrais). Namun akhirnya mereka pun bisa saling menerima pendapat masing masing dengan lapang dada. Khow ah soe seorang angkatan muda china, diwawancarai oleh peimpin koran tempat minke selalu mengirimkan surat kabar ke S.N.v/ d D, marteen nijman. Dari wawancara ynag dilakukan dapat terlihat bahwa khow ah soe adalah seorang pemuda yang sedang berjuang untuk kebnagkitan bangsanya, tiongkok.

Kejadian-kejadian yang tidak menyenagkan pun terus dialami oleh mama dan minke di wonokromo. Khow ah soe diburu polisi hindia dengan alasan penyelundupan ileggal. Atas kejadian tuduhan itu khow ah soe pun dipersilahkan untuk menginap di rumah mama dan minke lalu menjadi sahabat mereka. Atas pemburuan khow ah soe, tak berapa lama kemudian khow ah soe meninggla dunia di danau jembatan merah dengan beberapa tusukan.

Kemudian kekejaman administratur pabrik gula yang dilakukan  Frits Homerus Vlekkenbaaij, diucapkan Plikemboh oleh orang Jawa. Dia pemabok, pemarah, kejam dan pengganggu wanita. Ketika melihat Surati, anak perempuan Sastro, timbulah niat jahatnya. Plikemboh menyiapkan jebakan untuk Sastro. Suatu ahri uang kas pabrik yang jadi tanggung jawab Sastro hilang. Plikemboh mau memberi hutang dengan syarat Surati diserahkan kepadanya. Semula Surati dan ibunya menolak tapi tanpa daya. Akhirnya Surati menerima dengan sebuah rencana balas dendam. Suatu malam dia pergi ke sebuah desa yang terkena wabah pes. Dia mampu masuk walaupun desa itu dijaga ketat agar orang luar tidak bisa masuk dan orang desa tidak bisa keluar sampai mati semua bersama penyakitnya.

Ditemuinya seorang bayi yang sedang sekarat dan akhirnya mati dalam pelukannya, sedangkan orang tuanya sudah mati di dekatnya. Esoknya Surati datang menyerahkan diri ke Plikemboh. Dengan cepat Plikemboh tertular. Beberapa hari kemudian mereka mati bersama terkena sakit pes. lalu Minke bertemu denagn Trunodongso, seorang petani yang sedang diteror untuk memberikan tanahnya kepada pabrik gula. Trunodongso punya tanah lima bau. Tiga bau sudah disewakan kepada pabrik gula dengan paksa selama delapan belas bulan tapi nyatanya sampai dua tahun kecuali dia mau dikontrak lagi untuk musim berikut. Uang kontrak 11 picis tapi dia hanya menerima 3 talen jadi masih kurang 35 sen. Minke berjanji mau menulis kasus ini di koran. Tapi Nijman menolak. Kommer mengungkapkan bahwa Herman Mellema pernah konflik dengan patih Sisoarjo sehingga si patih dipindah ke Bondowoso.

Selanjutnya pemerintahan kolonial bertindak sewenang-wenang terhadap pribumi, dalam hal ini diwakili oleh pabrik gula kolonial. Mereka secara paksa dengan berbagai cara kepada petani agar menyerahkan tanahnya kepada pabrik gula dengan sewa yang sangat tidak adil dan manipulatif dan pribumi hanya bisa terdiam tak melkaukan apapun. Gula yang ketika itu menjadi primadona perdagangan Eropa menjadi prioritas utama pemerintahan kolonial. Rakyat dipaksa menanam tebu dan menyetorkan hasilnya kepada pabrik gula kolonial secara tidak adil. Dampaknya adalah rakyat menjadi semakin miskin dan melarat dan kelaparan.. Bagi rakyat, industri gula masa itu adalah monster pemangsa yang amat ganas.

Penderitaan rakyat semakin lengkap dengan sewenang-wenangnya para pejabat baik Eropa maupun pribumi. Mereka merampas apa yang mereka mau dari rakyat; istri, anak, tanah, harta, benda, dan kemerdekaan.
Pengembaraan intelektual serta kebangsaan Minke semakin luas ketika dia bertemu dengan Ter Haar, seorang jurnalis berkebangsaan Belanda. Haar memaparkan semua kebusukan kolonial melalui pabrik gula, perkebunan, pertanian, dan pertambangan yang mengeksploitir bangsa dan tanah jajahan demi kepentingan golongan penjajah kepada Minke.

Sementara hidup Nyai Ontosoroh terkalahkan oleh keputusan pengadilan kulit putih kolonial yang menyatakan bahwa Boerderij Buitenzorg beserta semua asetnya yang sekian lama dibangun Herman Melema dan istrinya, Nyai Ontosoroh, jatuh ke tangan Mauritz Melema-putra Herman Melema dari perkawinanya di Belanda dengans seorang wanita Eropa.

Suatu potret kehidupan betapa suramnya wajah nafsu eksplotatif bangsa Eropa yang unggul secara materi dan ilmu namun cacat moral, kepada bangsa pribumi.

Kemudian setelah kejadian ini tiba-tiba datang surat dari robert mellema anak dari nyai ontorsoh dan kaka annelies memberi berita segala yang telah ia alamidan lakukan, terutama tentang pembunuhan ayahnya. Robbert pun berceita bahwa ia telah menghamili pembantunya sehingga lahirlah bayi laki laki bernama Rono mellema.

Kini pembantu robert suurhof yaitu minem telah melahirkan anak mereka yaitu bernam Rono mellema, dan robert mengirimkan surat bhawa ia menitiokan minem dan anknya di rumah mama, karena keadaan sudah semakin buruk ditambah robert mellema telah tiada karena penyakit nya, maka dari itu dengan keibaan nyai ontorsoh beliau mau menampung minem, ibu minem dan cucunya ( Rono mellema). Saat itu datang akontan de visch yang mengajak minem untuk bertemu dengan ramond debree, lalu seketika minem menyetujuinya dan dengan ringan hati menyerahkan anaknya “Rono mellema” di asuh oleh nyai ontorsoh, dan nyai ontorsoh pun membuat perjanjian bahwa anak ini tidak akan minem ambil kembali karena dia memutuskan untuk pergi meninggalkan ankanya.

Lalu letnan kolonel Ir. Maurits mallema saudara tiri anelis seklaigus pemegang perwaliannya, datang juga ke wonokromo mengantar bungkusan berisi koper kaleng tua yang sudah cembung cekung sana sini dan baju bekas anelis sekaligus mengambil alih harta dan sebagianya yang ada di wonokromo yang dibangun oleh alm. Ayahnya herman mellema. Mama dan minke menyambut maurits dengan pandangan pembunuh atas meningglanya annelis. Sebelumnya warga tidak tahu denga kejadian meningglanya annelis apalagi maysaroh anak dari jean mengetahuinya sangat histeris marah terhadap laki laki itu. Seluruh penduduk kampung di wonokromo berduka cita mengetahui annelis telah meninggla dunia di bunuh saudara tirinya, beberapa cercaan yang dilakukan oleh kommar, jean, mama,minke dan semua warga. Namun maurits tak menggubris cercaan itu dan mulai meningglakan kediaman mama dan minke tanpa kejelasan.

 

Sumber Artikel : http://riniromadhoni.wordpress.com/tag/pramoedya-ananta-toer-anak-semua-bangsa/

 

Produk terbaru

Rp 28.000
Order Sekarang » SMS : 0858 1441 1299
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeRSP-887
Nama BarangJUAL Buku Penuntun ILMU RESEP Dalam Praktek Dan Teori
Harga Rp 28.000
Lihat Detail
Best Seller
Rp 30.000 40.000
Order Sekarang » SMS : 0858 1441 1299
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodePSI-5665
Nama BarangJUAL Buku Berpikir dan Berjiwa Besar
Harga Rp 30.000 40.000
Anda HematRp 10.000 (25.00%)
Lihat Detail
Best Seller
Rp 27.000
Order Sekarang » SMS : 0858 1441 1299
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeTL-998
Nama BarangJUAL Novel Pulang Karya Tere Liye
Harga Rp 27.000
Lihat Detail
Best Seller
Rp 27.000
Order Sekarang » SMS : 0858 1441 1299
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeTL-7766
Nama BarangJUAL Novel Hujan Karya Tere Liye
Harga Rp 27.000
Lihat Detail
Best Seller
Rp 27.000
Order Sekarang » SMS : 0858 1441 1299
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeTL-665
Nama BarangJUAL Novel Matahari Karya Tere Liye
Harga Rp 27.000
Lihat Detail
Best Seller
Rp 65.000
Order Sekarang » SMS : 0858 1441 1299
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeOBP-6657
Nama BarangJUAL BUKU Obat-obat Penting Edisi ke tujuh Oleh Tan Hoan Tjay
Harga Rp 65.000
Lihat Detail
Rp 30.000
Order Sekarang » SMS : 0858 1441 1299
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeVO-887
Nama BarangJUAL BUKU Teks Analisis Anorganik Kualitatif Makro dan Semimikro (VOGEL)
Harga Rp 30.000
Lihat Detail
Rp 30.000
Order Sekarang » SMS : 0858 1441 1299
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeNIC-887
Nama BarangJUAL BUKU Diagnosa Nanda 2007-2008 (NIC & NOC)
Harga Rp 30.000
Lihat Detail
0858 1441 1299
5F1D588A
0812 2971 5227